Pasca Ditemukan, Inilah Sosok Kepribadian Apriadi Akbarudin Dimata Keluarga

Keluarga saat berkoordinasi dengan pihak kepolisian Polsek Tapan. (Foto:meky/sinarmukomuko.com, permatanilau.com)

SINARMUKOMUKO.COM, PERMATANILAU.COM – Apriadi Akbarudin pria kelahiran Sukamaju, 15 April 1996, buah hati dari pasangan Marjuk Arip dan Nasiah Marsitoh. Identitasnya ditemukan di Nagari Bukit Buai, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat, pada Rabu (19/8/2020). Ada uang sebanyak Rp.4.200.000,- didalam dompetnya. Bagaimana sosok pria pekerje keras itu dimata keluarga, tetangga dan rekannya ?  Berikut investigasi sinarmukomuko.com, permatanilau.com saat mewancarai keluarga korban yang tiba di Kantor Polsek Tapan, Rabu malam, sekitar pukul 22.19 WIB.

Oleh : Meky Alka

Fajri adalah nama abang kandung dari Apriadi Akbarudin. Kedatangan Fajri yang tiba di Kantor Polsek Tapan, didampingi Sekdes Lubuk Silandak  Zairul, Ketua Karang Taruna Desa Lubuk Silandak Cecep Sugianto, Enggal dan Agus selaku tetangga sekaligus famili atau keluarga, terkait adanya informasi dan koordinasi dari pihak Polsek Tapan.

FIRASAT

Diceritakan Fajri, dirinya tidak ada memiliki firasat buruk terkait kepergian adiknya tersebut. Pasalnya, sebelum ditemukan dalam keadaan seperti itu (tinggal tengkorak kepala manusia serta beberapa barang bukti lainnya,red). Almarhum Apriadi Akbarudin pernah sempat menyampaikan pada Fajri untuk kembali berangkat merantau kerja di daerah Provinsi Jambi. Ungkapan itu disampaikan Apriadi sebelum acara pernikahan adik mereka yang digelar tanggal 16 Juli 2020 lalu.

“Tanggal 16 Juli kemarin dia masih ada dan hadir dalam acara pernikahan adik kami. Saat itu dia bilang mau pamit ke Jambi lagi. Setelah pernikahan adik mereka, Apriadi diketahui masih ada dirumah sekitar 2 hari seteleh acara pernikahan tersebut. Kemudian sejak setelah 2 hari pernikahan adik kami, beliau (Apriadi,red) pamit dengan ibunya dengan alasan mau pergi ke warung. Namun sejak saat itu, Apriadi tidak ada dirumah lagi, hingga kami mendapatkan kabar ini,” kata Fajri.

BARANG BUKTI

Dari beberapa barang bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), dengan adanya beberapa penemuan, diantaranya identitas KTP didalam dompet, kartu jamsostek, ATM,rambut, tali akar, serta beberapa tulang-tulang bagian tubuh temasuk tengkorak kepala dan uang tunai Rp.4.200.000, bahkan dengan adanya penemuan 1 unit kendaraan roda 2 jenis RX-King. Diakui Fajri bahwa kendaraan RX-King memang milik adiknya, sebab ia tahu perisi dengan kendaraan adiknya itu.

“Motor itu memang milik adik saya, saya tahu persis dengan motornya mas. KTP yang didalam dompet juga identitas adik saya. Kalau uang yang ditemukan didalam dompetnya sebanyak Rp.4.200.000, diperkirakan itu adalah uang adik saya yang baru saja panen jengkol, karena Apriadi memiliki kebun jengkol sendiri,” tambahnya.

SOSOK DIMATA KELUARGA

Apriadi dimata keluarga merupakan anak yang pendiam dan terkesan tertutup. Namun demikian sosok Apriadi juga dinilai sebagai anak yang memang pekerja keras dan penurut. Hal ini disampaikan pula oleh Ketua Karang Taruna Desa Lubuk Silandak Cecep Sugianto yang biasa disapa mang kacir, yang juga dibenarkan oleh mang Agus selaku mamang atau keluarga dari Apriadi.

“Anaknya tu pendiam mas. Gak banyak neko-neko, Dia tu apa adanya aja, anaknya sederhana. Kalau pendiam dan terkesan tertutup memang dianya pendiam mas. Tapi kalau misalnya lagi ada di desa saat ada kumpul acar, sosoknya ini mau diajak kerja dan kalau diminta bantu dalam acara, dia juga sangat cepat tanggap. Sekali lagi kami tidak menyangka seperti ini, kami dari pihak desa tentu ikut prihatin dan berbelasungkawa atas kepergian Apriadi ini mas,” ungkap Cecep (**)

Baca juga : http://permatanilau.com/2020/08/19/penemuan-tengkorak-kepala-manusia-di-tapan-ternyata-warga-mukomuko/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!