IDI Kabupaten Mukomuko Gelar Sunat Modern Gratis, MEC Yogyakarta Isi Materi

Seluruh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Mukomuko bersama pemateri dari Medical Education Centre (MEC) Jakarta mengabadikan moment foto bersama. (Foto:meky/sinarmukomuko.com)

SINARMUKOMUKO.COM – Sebanyak 31 dokter dibawah naungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Mukomuko, Sabtu hingga Minggu, 24-25 April 2021 mengikuti kegiatan “Pelatihan Tehnik Sunat Modern Dengan Berbagai Metode” yang diisi oleh pemateri dari Medical Education Centre (MEC) Yogyakarta. Adapun pemateri yang mengisi materi tersebut, Iqbal Pugar Ramadhan, Spd, MM didampingi Owner MEC, Ns. Supriyadi, S.Kep, C.PSH, C.SMC, dan Ns. Ibnu Mega Tirta, S.Kep, C.SMC, serta dr. Cahya Susetya.

Ketua IDI Kabupaten Mukomuko, dr. Surya Darma, SpB menyampaikan, kegiatan dilaksanakan selama dua hari sejak sabtu hingga minggu. Hari pertama, seluruh dokter yang tergabung di IDI Kabupaten Mukomuko mengikuti pelatihan tentang Tehnik Sunat Modern Dengan Berbagai Metode yang diisi Iqbal Pugar Ramadhan, Spd, MM tentang  Besic Hipnosis dan Hipno Khitan. Selanjutnya hari kedua, diisi oleh dr. Cahya Susetya dengan materi Khitan Modern.

“Jadi hari pertama kita mengikuti pelatihan yang disampaikan pemateri dari MEC Yogyakarta. Dalam moment tersebut turut dihadiri Direktur RSUD Mukomuko, dr. Syafriadi, SpPD dan dr. Dolatta Karo Karo, MM beserta dokter yang tergabung di IDI Kabupaten Mukomuko. Selanjutnya dihari kedua, kita melaksanakan kegiatan sunat modern gratis kepada 15 anak yang menjadi peserta. Setelah melakukan kegiatan sunat gratis, acara dilanjutkan dengan kegiatan buka bersama sekaligus sholat berjamaah,” Kata Surya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, dr. Faizal, MH didampingi dr. Dolatta Karo Karo, MM juga mengungkapkan, materi yang disampaikan dalam pelatihan melibatkan MEC Yogyakarta, memberikan edukasi tentang sunat modern gratis yakni melakukan sunat atau khitan kepada anak tanpa menggunakan jarum suntik. Adapun salah satu kelebihan atau perbedaan dari tehnik yang lama. Jika tekhnik lama masih menggunakan hetting (dijahit,red), maka pada sistem modern gratis tidak lagi dijahit dan tidak berdarah.

“Untuk waktu pengerjaannya juga sangat efisien yakni hanya memakan waktu 3 hingg 5 menit. Jauh berbeda dengan dengan tehnik yang lama dengan dijahit, justru bisa memakan waktu hingga kurang lebih 30 menit dan dalam pengerjaannya justru unik yakni dibius tanpa disuntik, kemudian dipasangkan alat pada penis (kemaluan anak,red) bahkan tanpa perlu dijahit. Selanjutnya anak-anak yang sudah disunat dengan tehnik modern saat ini, besoknya justru sudah bisa mandi. Jadi tidak perlu menunggu waktu hingga 10 hari baru bisa mandi. Artinya sangat banyak perbedaan dan kelebihan dari tehnik sunat modern saat ini,” ungkap Faizal

 

“Dengan dilakukannya pelatihan ini, diharapkan kedepannya seluruh dokter yang tergabung bisa memperaktekan atau mengaplikasikannya dirumah. Sehingga anak-anak di Kabupaten Mukomuko yang mau disunat sudah bisa mendapatkan sistem yang terbaru modern seperti saat ini. Apalgi dengan adanya sistem yang seperti ini, tentunya psikologi jiwa anak tidak akan merasa takut, karena pada saat pengerjannya anak tersebut tidak akan merasa nyeri dan sakit minimal. Tidak hanya itu, bahkan untuk hasil sunatnyapun lebih bersih dan sempurna. Yang jelas jika melihat tehnik ini, lebih mengedepankan sugesti bagaimana anak tidak akan merasa takut dan nyeri saat disunat. Kelebihnnya lagi dalam proses pembiusan memang tidak menggunakan jarum suntik sehingga anak yang akan disunat benar-benar tidak akan merasa takut dan sakit,” tambah Dolatta.

MEDICAL EDUCATIONAL CENTRE (MEC) YOGYAKARTA

Terpisah, Iqbal bersama dr. Cahya Susetya selaku pemateri saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa dihari pertama materi yang disampaikan khusus untuk hipnotik theraphy atau hypnosis artinya bagaimana supaya anak-anak calon sunat atau yang akan disunat bisa merasa nyaman dan tidak merasa takut. Selanjutnya dihari kedua, pengenalan alat dan metode baru cara tehnik sunat modern. Adapun pointnya yakni tentang bagaimana mempelajari pikiran bawah sadar seseorang yang tujuannya agar pesan yang akan disampaikan bisa diterima dengan baik dan dilakukan oleh orang yang menerima tersebut.

“Tentunya hal ini akan bisa dilakukan dalam berbagai bidang baik dari segi theraphy, proses melahirkan, program langsing atau diet, marekting, radical mes merisem atau dalam bahasa umumnya hipnosis tanpa mengunakan kata dalam artian murni mengunakan energi. Selanjutnya dalam materi Hipno Khitan yakni bertujuan untuk menghilangkan phobia atau rasa trauma dari anak yang akan disunat, sehingga dalam artian lainnya untuk membuat rasa ketenangan dan memunculkan anastesi atau menghilangkan rasa sakit kepada anak,” jelasnya.

Terakhir, Owner MEC Yogyakarta, Ns. Supriyadi, S.Kep, C.PSH, C.SMC menyampaikan harapannya agar dengan adanya pelatihan seperti ini dapat meningkatkan skill (keahlian) dan pengetahuan teman teman dokter yang ada di IDI Kabupaten Mukomuko, khusunya tentang khitan modern. Sehingga dapat mengurangi resiko-resiko yang terjadi saat melakukan tindakan khitan. Adapun apresiasi yang diberikan terhadap teman-teman dokter sebanyak 31 peserta dari IDI Kabupaten Mukomuko dinilai memang memiliki antusias yang sangat tinggi dalam mengikuti pelatihan. Semoga ilmunya dapat segera diaplikasikan di masyarakat luas, khusunya di wilayah Kabupaten Mukomuko.

“Sekali lagi kami sangat mengapresiasi seluruh dokter yang tergabung di IDI Kabupaten Mukomuko. Melalui pelatihan ini kami menilai daya tangkap para peserta terhadap khitan modern sangat bagus, semoga lebih bisa memahami perbedaan khitan jaman dulu dengan metode yang sekarang. Apalagi jika melihat dari perbedaan selisih waktu pengerjaanya, jika untuk tindakan khitan modern membutuhkan waktu cukup 3 menit, tanpa perban dan tanpa pendarahan serta tidak menggunakan jarum suntik. Sedangkan khitan jaman dulu sampai 30 menit. Maka kami berharap seluruh dokter yang sudah mengikuti pelatihan agar dapat menerapkannya terhadap anak-anak yang akan disunat. Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih atas antusiasnya dan semoga ilmu yang sudah didapat agar bisa diterapkan atau diaplikasikan,” tutupnya.

Untuk diketahui, dihari terakhir pertemuan Minggu 25 April 2021 dalam momentum “Pelatihan Tehnik Sunat Modern Dengan Berbagai Metode” ditutup dengan pembagian sertifikat yang diberikan dari MEC Yogyakarta kepada seluruh dokter sebagai peserta, dan dilanjutkan dengan kegiatan buka puasa bersama serta sholat maghrib berjamaah. Kemudian diselingi dengan pembagian doorprise bagi siapa yang bisa menjawab pertanyaan dari pemateri.

Penulis: Meky Alka

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!