Gelar Dan Kaum Bupati-Wabup Mukomuko

Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko diberi gelar adat. (Foto:meky/sinarmukomuko.com)

SINARMUKOMUKO.COM – Pasca pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, Sapuan dan Wasri yang dilakukan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada Jumat (26/2) lalu. Kini giliran bupati dan wabup yang mendapat penobatan gelar sebagai pemimpin daerah terpilih melalui hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 lalu.

Adapun yang membacakan gelar yakni Abdul Kadir selaku orangtua kaum atau penasehat kaum dan turut disaksikan Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Mukomuko, H. Bismar Rifni, SH serta kepala kaum, ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Untuk diketahui, mengenai kaum dan gelar. Bupati Sapuan, dari Kaum Enam Dihulu dan diberi gelar Maha Rajo Mulyo. Sedangkan Wakil Bupati Wasri dari Kaum Limo Sukung dan diberi gelar Maharani Embun Sari.

“Setelah diberi gelar maka bupati dan wabup siap untuk mengikuti aturan pegang pakai adat yang berlaku. Termasuk untuk aktif dalam kegiatan kerja baik dan kerja buruk di lingkungan adat. Sebab gelar ini akan selalu melekat di diri kedua orang tersebut (sapuan dan wasri,red),” kata Bismar.

Kepala Kaum Limo Sukung Bandar Ratu, Idrus ikut menjelaskan bahwa arti dari gelar yang diberikan pada Wakil Bupati, Wasri yakni dimaknai sebagai seorang raja yang bisa menjadi penyejuk sehingga bisa berguna untuk membangun negeri ini.

“Jika di urai satu-satu, maharani adalah nama salah seorang raja perempuan dari suku Kaum Limo Sukung. Sedangkan, embun dimaknai sebagai penyejuk. Kemudian, sari merupakan pati atau isi utama sebuah benda. Intinya kita berharap semoga kehadiran kedua sosok pemimpin ini, bisa sama-sama memberi penyejuk bagi masyarakat dan daerah Kabupaten Mukomuko kedepannya, Aamiin,” jelas Idrus.

Penulis : Meky Alka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!