Didesa, ARGA Pelopor Identitas Indonesia

Ketua Umum Aliansi Remaja Gemar Aktivitas (ARGA) Kabupaten Mukomuko, Suryadi Arga dan Bidang Pelayanan Dinkes Mukomuko, Rully Herlindo

 

SINARMUKOMUKO.COM – Gebrakan kalangan pemuda-pemudi yang tergabung dalam Aliansi Remaja Gemar Aktivitas (ARGA) sangat dinanti masyarakat. Pasalnya melalui kegiatan positif yang menjadi titik fokus aliansi ini, dinilai mampu menghidupkan kembali semangat juang para remaja diseluruh wilayah, khususnya di Kabupaten Mukomuko. Aliansi yang dicetus oleh Suryadi Arga dengan sapaan akrab Cik Arga, kembali mendapat sorotan khusus oleh salah satu masyarakat sekaligus tenaga kesehatan di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mukomuko, Rully Herlindo, bagian pelayanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko.

Saat dikonfirmasi sinarmukomuko.com, Rully menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi kehadiran dan keberadaan ARGA Kabupaten Mukomuko, karena menjadi wadah bagi seluruh pemuda-pemudi para remaja untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan positif sesuai dengan namanya yakni Aliansi Remaja Gemar Aktivitas (ARGA). Jadi seluruh remaja bisa beraktivitas melakukan kegiatan positif diseluruh wilayah Kabupaten Mukomuko, terkhusus mulai dari pedesaan.

“Sebagai wadah pemersatu yang terpisah dan bisa ikut mendukung program kegiatan pemerintah, oleh sebab itu sudah saatnya semua remaja melalui ARGA bisa kembali menjadi pelopor untuk Indonesia dengan terus menghidupkan kegiatan gotong royong disetiap desa. Saya yakin ditangan ARGA, ditangan remaja-remaja yang aktif dalam kegiatan sosial bisa membuat perubahan untuk Indonesia, khususnya Kabupaten Mukomuko yang kita cintai ini,” kata Rully.

Lebih jauh Rully juga menjelaskan bahwa sejak dulu penduduk Indonesia sudah dikenal sebagai penduduk yang ramah dimata bangsa lain. Disamping itu, Indonesia juga sudah terkenal dengan budaya gotong royong (solidaritas sosial), khususnya di pedesaan. Budaya gotong royong yang sangat kental dengan masyarakat desa, tentunya sekaligus bentuk cermin kepedulian atau keprihatinan seseorang terhadap orang lain, sehingga ia rela memberikan waktu, tenaga atau pikirannya untuk orang lain.

“Budaya yang seperti inilah diharapkan semakin hidup dan terjaga oleh masyarakat di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Mukomuko mulai dari pedesaan kita. Adapun sebagai contohnya kita bisa secara bersama-sama gotong royong membersihkan rumah masing-masing, di gang dan jalan umum serta di tempat umum seperti di tempat ibadah dan di pemakaman desa. Begitupun juga untuk di beberapa desa jika ada yang tingkat kasus demam berdarah biasa disingkat DBD cukup tinggi. Maka disinilah kolaborasi antara remaja ARGA, remaja di desa dan pihak kesehatan bisa menjadi kolabarasi yang baik dan bagus dibidang kesehatan. Masyarakat didesa akan bisa semakin menghidupkan gotong royong sebagaimana identitas bangsa Indonesia, dan remaja di aliansi ARGA bisa ikut serta ditengah masyarakat untuk bersama-sama gotong royong, pun demikian dari Dinkes atau kesehatan bisa malaksanakan fooging atau penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk. Cara ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk yang akhirnya justru bisa menimbulkan demam berdarah atau malaria,” jelasnya.

Terpisah saat dihubungi via handphone, Ketua Umum ARGA Kabupaten Mukomuko, Suryadi Arga menyambut baik dan mengapresiasi penyampaian bidang pelayanan Dinkes Mukomuko Rully Herlindo, yang memberikan semangat untuk remaja ARGA terus aktif dalam hal gotong royong di pedesaan. Apalagi dengan keadaan perkembangan zaman yang sudah serba canggih, diharapkan melalui aktivitas ARGA bisa kembali mengoptimalkan kultur budaya sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong.

“Selagi program itu untuk rakyat, kita pasti akan mendukung dan siap bersinergi dengan OPD. Apalagi gotong royong sudah merupakan budaya Indonesia yang akhirnya menjadi bagian dari pola hidup kita. Tentu akan terus kita giatkan. Benang mas dari gotong royong adalah memupuk jiwa kebersamaan, toleransi dan saling peduli. Ini bisa kita giatkan sesuai program bidang sosial kemasyarakatan dalam poin kesatu tentang gotong royong. Salah satunya dalam menyikapi masalah sampah, diharapkan melalui kegiatan dan sinergi ini, kedepan tingkat kesadaran masyarakat untuk peduli akan semakin tinggi. Seperti istilah pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati. Hal ini merujuk pada situasi kondisi yang kini mulai musim penghujan, semoga tidak terjadi banjir atau bencana lainnya seperti dibeberapa daerah lain. Disamping itu, jika lingkungan atau wilayah bersih maka tatanan di lingkungan pasti juga akan semakin lebih baik, sejuk, nyaman dan asri,” kata Suryadi Arga.

Ia juga menegaskan, dizaman dulu masyarakat kita sudah mengenal dan melakukan gotong royong. Seperti contoh saat bikin taruf acara pernikahan dilakukan secara bersama-sama, termasuk saat membuat masakan juga secara bersama-sama. Berbeda dengan zaman kini sudah serba modern dan canggih melalui sewa atau pesanan. Contoh lain jika dalam membersihkan pemakaman atau sungai pakai alat seperti eksavator tentu akan menjadi beban OPD. Tapi jika bisa dilakukan secara bersama-sama secara gotong royong pasti akan lebih efisien sekaligus menumbuhkan rasa jiwa sosial kebersamaan dan saling peduli sekaligus lebih mengeratkan tali silahturahmi individu satu sama lain.

“Intinya kita menyambut baik kolaborasi dan sinergi seperti ini, semoga OPD-OPD lain juga bisa bersinergi dengan ARGA untuk ikut mendukung program pemerintah. Hal ini juga akan kita lakukan bersama kepolisian Polres Mukomuko dalam hal menekan angka peredaran narkoba dan pergaulan bebas. Begitu juga dengan TNI, kita dari remaja ARGA yang menjadi wadah menyatukan anak-anak muda, akan siap ikut dalam hal Bela Negara. Karena ARGA hadir untuk menyatukan yang terpisah dan mendukung program pemerintah,” tutupnya.

Penulis : Meky Alka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!