25 Tahun Jadi Pengusaha Hotel, Ini Sepak Terjang Nurlaini, SH

Nurlaini, SH didampingi suaminya, Iwan Setiawan. (by: meky-jupri/sinarmukomuko.com)

SINARMUKOMUKO.COM – Merintis usaha apalagi bisa mempertahankannya hingga waktu lama, bukanlah hal yang mudah. Namun tidak bagi salah seorang pengusaha perempuan di Kabupaten Mukomuko, Nurlaini, SH (59) yang sudah menekuni usaha dibidang perhotelan yang dimulai sejak 14 Desember 1993, dan diberi nama Wisma Teratai, Jl. Sorkarno Hatta, Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko. Istri dari Iwan Setiawan (63) kelahiran 29 Januari 1955 tersebut, justru dengan managemen yang baiknya justru membuat usaha yang dirintis mampu bertahan hingga 25 tahun, hingga Tahun 2018 ini.

Inilah sosok pengusaha perempuan sekligus Ketua PHRI Kabupaten Mukomuko, Nurlaini, SH. (by: meky-jupri/sinarmukomuko.com)

Saat dikonfirmasi sinarmukomuko.com di kediamannya, Ibu dari 5 buah hati, 2 perempuan dan 3 laki-laki ini, mengatakan, dirinya memang sudah memulai usaha perhotelan sejak tahun 1992. Kemudian baru mulai aktif dibuka dan perdana diisi oleh tamu yang menginap di Wisma Teratai, pada tanggal 14 Desember 1993.
‘’Awal kami merintisnya dari 14 kamar. Selanjutnya setelah jumlah permintaan dari tamu semakin banyak, akhirnya usaha dikembangkan dengan membuat bertingkat dan menambah kamar lagi di bagian belakang. Sehingga total saat itu mencapai 47 kamar,’’ kata Nurlaini.

Adapun proses perjuangannya juga tidak mudah, Nurlaini menceritakan bahwa dengan kejadian gempa bumi sekitar tahun 2007 lalu, usaha yang dirintisnya sempat mengalami kerusakan, sehingga akhirnya dari total 47 kamar, saat ini yang bisa tetap digunakan sebanyak 30 kamar, dengan kategori Air Conditioner (AC), Ekonomi, dan Biasa.

‘’Untuk harga yang kami tawarkan juga bervariasi, dari Rp.75 ribu hingga Rp.200 ribu permalam, dengan waktu penerimaan tamu selama 24 jam,’’ jelasnya.

Nurlaini yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Mukomuko, menegaskan, usaha yang dirintisnya merupakan bentuk dari kemauannya sendiri yang peka terhadap kebutuhan masyarakat ketika membutuhkan tempat penginapan tetapi masih jarang pada saat itu. Maka dari itu, dirinya memiliki kemauan untuk membuat Wisma Teratai dengan harapan seluruh masyarakat, khususnya pendatang yang sedang singgah di Kabupaten Mukomuko, bisa menyempatkan diri untuk beristirahat di wisma, sebelum untuk kembali melanjutkan perjalanan kembali.

‘’Jadi, dulu memang banyak masyarakat yang singgah bertanya dimana penginapan. Maka dari itu, melihat kebutuhan dan banyaknya permintaan masyarakat yang singgah, makanya kita mendirikan wisma ini,’’ tambahnya.

Terpisah, Iwan menyampaikan, dirinya selaku suami, sangat bangga dan kagum pada sosok Nurlaini. Tidak hanya sekedar bijak dalam menyikapi peluang untuk membuat dan menjalankan usaha, Nuralini juga dinilai sangat hebat didalam membesarkan dan mengurus buah hati mereka. Pasalnya, dari kelima buah hatinya, saat ini seluruh buah hatinya sudah berhasil dan bekerja dengan mandiri. Artinya, dibalik sosok keberhasilan rumah tangga, dan usaha ataupun dalam hal mendidik anak, memang diakui bahwa Nurlaini mampu memanagemen semuanya dengan baik.

‘’Saya bangga dan kagum dengannya (Nurlaini,red). Saya berharap managemen yang ada di dirinya ini bisa dikembangkan , tidak hanya untuk didalam keluarga dan menjalankan usaha. Tetapi juga bisa mengaplikasikan managemennya dikehidupan social untuk masyarakat banyak, khususnya sebagai penyambung aspirasi masyarakat. Kalaupun terwujud dan diberikan amanah oleh Sang Khalik, saya selaku suaminya tentu juga sangat berpesan agar beliau nantinya tetap menjaga managemennya dengan baik, dan terus menjadi sosok yang amanah,’’ demikian Iwan. (mex/jup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!